miswahyuningsih1201110008

A great WordPress.com site

Menerapkan disiplin pada AUD

Disiplin merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keberhasilan seseorang. Tanpa adanya disiplin yang tinggi maka keberhasilan tidak akan terjadi dalam kehidupan kita. Kalau kita mau menggali lebih dalam mengenai disiplin, maka kita akan mulai dari apakah definisi disiplin? Disiplin merupakan aturan-aturan yang diterapkan untuk melatih seseorang agar dapat berperilaku secara teratur. Pendidikan disiplin adalah proses bimbingan yang bertujuan menanamkan sikap dan kebiasaan yang baik, sekaligus untuk meningkatkan kualitas mental dan moral seseorang.

Mulai kapan disiplin diri terbentuk? Disiplin diri mulai terbentuk dimulai dari usia dini yaitu usia batita. Bahkan bayi sudah harus diajarkan untuk disiplin. Untuk itu para orang tua yang memiliki anak-anak batita dan menginginkan mereka menjadi seorang yang berhasil di kemudian hari, mau tidak mau harus menerapkan pendidikan disiplin ini sejak mereka masih bayi.

Perlu kita cermati bersama-sama bahwa tujuan utama disiplin bukan agar anak semata-mata mengikuti aturan dan perintah orang tua. Soalnya, kepatuhan hanyalah salah satu dari tujuan jangka pendek disiplin. Sedangkan, tujuan jangka panjangnya adalah agar anak mampu tumbuh menjadi individu mandiri dan dewasa yang mengerti semua langkah-langkah disiplin itu tidak untuk mengekang kebebasan mereka tetapi justru supaya mereka menjadiorang yang berhasil.

Berikut beberapa contoh-contoh penerapan disiplin yang bisa dilakukan pada bayi dan anak-anak:

* Bayi mesti dibiasakan tidur pada waktunya supaya kesehatan dan stamina tubuh bayi bisa terjaga.

* Bayi tidur di tempat tidur, jangan sambil digendong. Disiplin ini akan mengajarkan anak menjadi tidak besikap manja dan mandiri tidak tergantung kepada orang tuanya. Agar dia betah di kasur, temani dengan boneka atau mainan kesukaannya. Kalau perlu iringi pula dengan musik lembut.

* Segera bersihkan dan ganti popok atau pakaian bayi segera setelah bayi buang air kecil atau besar. Anak sudah menyadari bahwa orang tua bisa bertindak menyikapi sesuatu yang dirasa kurang nyaman (akibat BAK dan BAB) menjadi nyaman. Seiring perkembangan usianya, diharapkan anak tidak lagi ngompol dan dapat berdisiplin saat buang air.

* Ketika bayi sudah mulai belajar makan/minum sendiri, tepatnya saat ia bisa menggenggam/memegang, biarkan anak mencoba minum sendiri dengan training cup. Orang tua hanya perlu mengarahkan agar bayi dapat memegangnya secara “sempurna”.

* Ketika si kecil mulai bisa mengaktifkan jari-jarinya untuk memegang, bimbing dia untuk memunguti makanannya yang berceceran di lantai.

* Ketika anak mulai bisa makan sendiri menggunakan sendok, orang tua sebaiknya tak lagi menyuapinya. Biarkan anak menggunakan sendok meski awalnya mungkin bakal berantakan.

* Saat anak sudah bisa duduk, bila tiba waktunya makan, tempatkan dia di kursi makan dan tidak boleh turun, sehingga ia terbiasa dengan disiplin di saat makan.

« Strategi mendidik anak


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: